3. Elemen HTML

Sebuah elemen pasti dimulai dengan tag pembuka.
Satu dokumen HTML bisa berisi banyak sekali elemen, ada <p>, <h1>, <div>, <table>, dll
Satu elemen bisa berisi banyak sub elemen lain, misalnya didalam elemen <p> ada elemen <b>, <i>, <p>, dst

Contoh elemen HTML:

<!DOCTYPE html>
<html>
   <head>
      <title>Judul Halaman</title>
   </head>   
   <body>
      <h1>Heading 1</h1>
      <p>
         Ini adalah paragraf pertama
      </p>
      <p>
         Ini adalah paragraf kedua
         <br />
         Text <b>tebal</b>, text <i>miring</i>, dan text <u>underline</u>
      </p>
   </body>   
</html>

 

Pada umumnya, sebuah elemen HTML mempunyai tiga bagian:

  • pertama adalah tag pembuka, cth: <p>
  • kedua, isi dari elemen, berupa "text" atau "elemen dalam elemen", cth: saya <b>tebal</b>
  • ketiga adalah tag penutup, cth: </p>

Namun, ada juga elemen HTML yang tidak mempunyai isi elemen dan tag penutup, misalnya tag <br /> tag <hr />. elemen ini disebut void element.

Analogi sederhana adalah jika kita punya toples besar, lalu didalamnya diisi beberapa toples kecil yang banyak. Maka aturannya adalah toples kecil yang ditutup berada dalam toples besar, tidak mungkin tutup toples kecil ada diluar toples besar. Dalam semua toples besar dan kecil dapat diisi batu, kerikil, dsb.

Saya ulangi, pada umumnya setiap elemen mempunyai isi elemen baik berupa teks atau berupa elemen yang lain.

Pada HTML, sebuah elemen bisa berisi banyak elemen lain didalamnya, dalam sub elemen juga dapat diisi sub sub elemen yang lain. Yang penting cara penulisannya sama seperti analogi toples diatas.
Contoh elemen <p> di atas, dapat berisi elemen <br />, <b>, dll

Cukup mudah bukan, tinggal diingat bahwa konsep elemen HTML mirip dengan toples...